Rabu, 23 September 2015
Cinta Ayah
Rabu, 29 Januari 2014
Tips Menjadi Orang Paling Bahagia
Berikut ini saya ingin membagikan beberapa Tips Menjadi Orang Paling Bahagia untuk Para Sahabat saya:
1. Jagalah Sholat 5 Waktu Tepat Waktu,
2. Ingatlah selalu kepada Allah, sesungguhnya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang tenteram, Allah menjadi Ridho dan tekanan hidup terasa ringan,
3. Bersihkan diri dari dengki/iri, keluarkan penyakit permusuhan dari jiwa,
4. Bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita maupun atas semua yang belum Allah berikan pada kita. Dengan bersyukur, Allah akan menambahkan nikmatNya pada kita,
5. Perbanyaklah membaca Istighfar, minimal 100x setiap pagi (ba'da Sholat subuh) dan sore (ba'da sholat ashar),
6. Hiduplah bersama Al Quran,
7. Jauhi Riba,
8. Bacalah berulang-ulang 'Laa Haula walla quwata Illa Billahi,
9. Walaupun kita sedang kesusahan, jadilah orang yang selalu bisa memberi,
10. Perbanyak juga membaca 'Laa Illaha Illa anta Subhanaka inni Kuntu Minaz zholimin',
11. Tersenyumlah,
12. Perbanyak Silahturrahim
Demikianlah Tips menjadi Orang paling bahagia.
Salam Perubahan,
Jumat, 24 Januari 2014
Kejarlah Akhiratmu Maka Dunia akan Ikut
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLOH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLOH akan memudahkan segala urusannya di dunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLOH akan jadikan kemiskinan terpampang di matanya, dan ALLOH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya". (Silsilah shohihah: 949).
Orang bijak berkata: siapa menanam padi (akhirat) maka akan tumbuh rumput (dunia), tapi siapa menanam rumput mk tdk akan tumbuh padi. Jadilah bagian orang yg cerdas.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Follow: @MotivaBisnis
Blog: http://SragenBerjamaah.blogspot.com
Twitter@SragenBerjamaah
Kamis, 23 Januari 2014
Cash Flow Langit: Pintu Rezeki Tawakal dan Taqwa
Kisah ini diriwayatkan Ja'far bin Muhammad, yang
memiliki sanad dari ayahnya, lalu dari kakeknya
Suatu ketika, cerita kakek Ja'far, Ali bin Abi Thalib ra karramallahu wajhah mengunjungi rumahnya selepas silaturahim kepada Rasulullah SAW. Di rumah itu Ali ra menjumpai istrinya, Fathimah ra, sedang duduk memintal, sementara Salman al-Farisi berada di hadapannya tengah menggelar wol.
"Wahai perempuan mulia, adakah makanan yang bisa kau berikan kepada suamimu ini?" tanya Ali kepada istrinya.
"Demi Allah, aku tidak mempunyai apapun. Hanya
enam dirham ini, ongkos dari Salman karena aku telah
memintal wol," jawabnya.
"Uang ini ingin aku belikan makanan untuk (anak
kita) Hasan dan Husain."
"Bawa kemari uang itu."
Fathimah segera memberikannya dan Ali pun keluar membeli
makanan...
Tiba-tiba ia bertemu seorang laki-laki yang berdiri sambil berujar, "Siapa yang ingin memberikan hutang (karena) Allah yang Maha Menguasai dan
Mencukupi?"
Ali mendekat dan langsung memberikan enam dirham di tangannya kepada lelaki tersebut.
Fatimah menangis saat mengetahui suaminya pulang
dengan tangan kosong.
Ali hanya bisa menjelaskan peristiwa secara apa adanya.
"Baiklah," kata Fathimah, tanda bahwa ia menerima keputusan dan tindakan suaminya.
Sekali lagi, Ali bergegas keluar. Kali ini bukan untuk mencari makanan melainkan mengunjungi Rasulullah.
Di tengah jalan seorang Badui
yang sedang menuntun unta menyapanya.
"Hai Ali, belilah unta ini dariku." "Aku sudah tak punya uang sepeser pun."
"Ah, kau bisa bayar nanti."
"Berapa?"
"Seratus dirham."
Ali sepakat membeli unta itu meskipun dengan cara hutang. Sesaat kemudian, tanpa
disangka, sepupu Nabi ini berjumpa dengan orang
Badui lainnya.
"Apakah unta ini kau jual?"
"Benar," jawab Ali.
"Berapa?"
"Tiga ratus dirham."
Si Badui membayarnya kontan, dan unta pun sah menjadi tunggangan barunya.
Ali segera pulang kepada istrinya. Wajah Fatimah kali ini tampak berseri menunggu penjelasan Ali atas kejadian yang
baru saja dialami.
"Baiklah," kata Fatimah selepas mendengarkan cerita suaminya.
Ali bertekad menghadap Rasulullah.
Saat kaki memasuki pintu masjid, sambutan hangat langsung datang dari Rasulullah SAW. Nabi melempar senyum dan
salam, lalu bertanya,
"Hai Ali, kau yang akan
memberiku kabar, atau aku yang akan memberimu
kabar?"
"Sebaiknya Engkau, ya Rasulullah, yang memberi
kabar kepadaku?"
"Tahukah kamu, siapa orang Badui yang menjual onta kepadamu dan orang Badui yang membeli onta darimu?"
"Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu," sahut Ali memasrahkan jawaban.
"Sangat beruntung kau, wahai Ali. Kau telah memberi pinjaman karena Allah, sebesar enam
dirham, dan Allah pun telah memberimu tiga ratus dirham, 50 kali lipat dari tiap dirham."
Badui yang pertama adalah malaikat Jibril, sedangkan Badui yang kedua adalah malaikat Israfil (dalam riwayat lain, malaikat Mikail)."
Kisah yang bisa kita baca dari kitab al-Aqthaf ad-Daniyah ini menggambarkan betapa ketulusan Ali dalam menolong sesama telah membuahkan balasan berlipat, bahkan dengan cara dan hasil di luar dugaannya.
Keluasan hati istrinya, Fathimah, untuk menerima keterbatasan juga melengkapi kisah kebersahajaan hidup keluarga ini.
Dukungan penuh dari Fathimah
telah menguatkan sang suami untuk tetap bermanfaat bagi orang lain, meski untuk sementara waktu mengabaikan sendiri.
Semoga Ar-Rahman berkenan membukakan pintu hati kita sekeluarga untuk senantiasa selalu berupaya mendekatkan diri kepada-Nya, Aamiin. Yaa Robbal'alamiin.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Blog: Sragen Berjamaah
Follow @MotivaBisnis & @SragenBerjamaah
Kamis, 12 Desember 2013
Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah
Ketika Seorang Menteri Mengontrak Rumah
Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang-gang padat rumah di Jatinegara terdapat sebuah rumah mungil dengan satu ruang besar. Begitu pintu dibuka, akan ada koper-koper berkumpul di sudut rumah dan kasur-kasu digulung di sudut lainnya ruang besar itu. Di sanalah tempat tidur Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri RI) bersama istri dan anak-anaknya.
Dikontrakkan yang lain: “Agus Salim, kira-kira enam bulan sekali mengubah letak meja kursi, lemari sampai tempat tidur rumahnya. Kadang-kadang kamar makan ditukarnya dengan kamar tidur. Haji Agus Salim berpendapat bahwa dengan berbuat demikian ia merasa mengubah lingkungan, yang manusia sewaktu-waktu perlukan tanpa pindah tempat atau rumah atau pergi istirahat di lain kota atau negeri”
Begitulah seperti dikisahkan Mr. Roem, murid dari H. Agus Salim yang juga tokoh Masyumi ini. Anies Baswedan dalam 'Agus Salim: Kesederhanaan, Keteladanan yang Menggerakan' menyebutkan bahwa H. Agus Salim hidup sebagai Menteri dengan pola 'nomaden' atau pindah kontrakkan ke kontrakkan lain.
Dari satu gang ke gang lain. Berkali-kali Agus Salim pindah rumah bersama keluarganya. “Selama hidupnya dia selalu melarat dan miskin," kata Profesor Willem “Wim” Schermerhorn. Wim menjadi ketua delegasi Belanda dalam perundingan Linggarjati. (Majalah Tempo Edisi Khusus Agus Salim)
Pernah, pada salah satu kontrakkan tersebut, toiletnya rusak. Setiap Agus Salim menyiram WC, air dari dalam meluap. Sang istri pun menangis sejadi-jadinya, karena baunya yang meluber dan air yang meleber. . Zainatun Nahar istrinya,tak kuat lagi menahan jijik sehingga ia muntah-muntah. Agus Salim akhirnya melarang istrinya membuang kakus di WC dan ia sendiri yang membuang kotoran istirnya menggunakan pispot.
Kasman Singodimedjo (tokoh Muhammadiyah dan Masyumi Ketua KNIP Pertama), dalam 'Hidup Itu Berjuang' mengutip perkataan Mentronya yang paling terkenal: "leiden is lijden” (memimpin itu menderita) kata Agus Salim. Lihatlah bagaimana tak ada sumpah serapah meminta kenaikan jabatan , tunjangan rumah dinas, tunjangan kendaraan, tunjangan kebersihan WC, tunjangan dinas ke Luar Negeri untuk Pelesiran, dll.
Saat salah satu anak Salim wafat ia bahkan tak punya uang untuk membeli kain kafan. Salim membungkus jenazah anaknya dengan taplak meja dan kelambu. Ia menolak pemberian kain kafan baru. “Orang yang masih hidup lebih berhak memakai kain baru,” kata Salim. “Untuk yang mati, cukuplah kain itu.”
Dalam Buku 'Seratus Tahun Agus Salim' Kustiniyati Mochtar menulis, “Tak jarang mereka kekurangan uang belanja.” Ya, seorang Diplomat ulung, Menteri, Pendiri Bangsa yang mewakafkan dirinya untuk mengabdi kepada Allah, bahwa memimpin itu adalah ibadah.
Seorang yang memilih jalan becek dan sunyi, berjalan kaki dengan tongkatnya dibanding gemerlap karpet merah dan mobil 'lan cruiser;, alphard, dan gemerlap Jantung Kota lainnya. Kita tentu rindu sosok seperti mereka, bukan tentang melaratnya mereka, tapi tentang ruang kesederhanaan yang mengisi kekosongan nurani rakyat.
Ketika Wapres Mohammad Hata tak mampu membeli sepatu impiannya hingga akhir hayat. Ketika Perdana Menteri Natsir menggunakan jas tambal, mengayuh sepeda ontel ke rumah kontrakkanya. Ketika Menteri keuangan Pak Syafrudin yang tak mampu membeli popok untuk anaknya. Semoga Allah hadirkan mereka, sebuah keteladanan yang mulai memudar ditengah gemerlap karpet merah Istana dan Senayan. Aamiin
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Pengusaha Revolutioner, Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Trainer No Brain
Selasa, 26 November 2013
Mengapa Setingginya Tanaman Tetap Tunduk
Assalammu'alaikum sahabatku,
Hari ini saya akan mengupas tentang Tanaman yang tinggipun tetap tunduk kepada Allah.
Pernahkah kamu melihat bagian yang keseluruhannya menghadap ke atas? Setingginya tanaman pasti ada bagian dari tanaman tersebut tunduk ke bawah.
Dari situ saja, seharusnya kita sebagai makhluk yang berakal dan sempurna memahami dan memaknai hal tersebut sebagai karya Allah yang luar biasa bahwa setinggi-tingginya jabatan, ekonomi, status sosial kita membuat kita semakin tunduk kepada Allah. Janganlah kita seperti Qorun dan Fir'aun yang karena Harta dan Jabatannya tidak mengakui Allah sebagai Tuhannya bahkan Fir'aun menganggap dirinya sebagai Tuhan (Naudzu billah min Dzalik).
Mari kita renungkan bersama.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
UbaY
Motivator Indonesia, Trainer "NO BRAIN", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Pengusaha REVOLUTIONER.
Follow: @MotivaBisnis
http://www.BayuPrasetyo.com
Bagaimanakah Sholat kita?
Assalammu'alaikum sahabatku,
Bagaimana kabarnya di hari ini?
Semoga sehat selalu dan semoga juga hari-harinya selalu dilindungi oleh Allah SWT. Aamiin.
Sholat adalah tiang agama, betulll?
Pastinya betul.
Apa sesungguhnya maksud atau artinya "Sholat adalah tiang agama"?
Sesungguhnya sholat dikatakan sebagai tiang agama adalah jika sholat yang kita kerjakan selama ini dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Artinya seperti ini sholat di luar sholat, ketika kita ingin curang, korupsi, berbuat riba, dsb kita selalu mengingat ada Allah yang selalu mengawasi kita dan ada malaikat yang mencatat perbuatan baik dan buruk kita selama 24 jam.
Jadi bagaimanakah dengan sholat kita? apakah sholat kita sudah dapat mencegah dari perbuatan demikian itu? Mari kita bersama untuk introspeksi diri. Apakah kita akan hidup selamanya di dunia ini ataukah hidup sesungguhnya adalah ketika maut sudah menjemput kita?
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
UbaY
Motivator Indonesia, Trainer "NO BRAIN", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Pengusaha REVOLUTIONER.
http://www.bayuprasetyo.com
Follow: @MotivaBisnis
Jumat, 11 Januari 2013
Pelajaran Penting dari Cicak
Saudara-saudara seiman,
Bagaimana kabarnya di Pagi ini?
Semoga Allah SUBHAANAHU WATA'ALA selalu memberikan Keberkahan, Rezeki Yang Barokah yang berlimpah pada semuanya, dijadikan keluarga yg Sakinah Mawadah Warrahmah. Aamiin.
Cicak? Tahukah anda pelajaran penting apa yang dapat kita ambil dari seekor cicak yang senangnya menempel di dinding?
Selasa, 11 Desember 2012
Membantu Sesama Muslim Dengan Harta
Saya berharap semua selalu diberkahi oleh Allah SWT.
Apa yang di maksud dengan membantu Sesama muslim dengan harta?
Berikut ini yang ditunjukkan dalam Al-Baqarah: 261
Senin, 08 Oktober 2012
Memulai dari Titik Terendah
Selasa, 25 September 2012
Setega Apakah Anda Pada Mereka???
Minggu, 23 September 2012
Sikap Rendah Hati dan Sederhana
Sekalipun teman-teman serba berkecukupan dan berkelimpahan harta, saya sarankan tetaplah hidup dengan sederhana.
Tidaklah sulit menciptakan sifat yang baik yaitu Sikap Rendah Hati dan Sederhana. Orang yang memiliki Sikap Rendah hati selalu berusaha menjadi pribadi yang bisa menerima orang lain, tidak sombong dan atau memperlihatkan sesuautu yang berlebih-lebihan.
Sabtu, 01 September 2012
Jadilah Manusia Terindah !
Selasa, 12 Juni 2012
Grow YourSelf Seminar (Workshop)
Kisah Sukses Google
Larry dan Sergey sebelumnya pernah menawarkan kemungkinan dengan Alta Vista, tetapi ditolak dengan alasan perusahaan indu Alta Vista yaitu Digital Equipment Corp tidak suka bergantung pada orang dari luar perusahaan. Investor di Silicon Valley, Michael Moritz (Sequa Capital) dan Jhon Doer (Kleiner Perkins) yang saling berkompetisi akhirnya bisa diyakinkan untuk menyuntik modal senilai 12,5 juta dolar AS ke perusahaan Google yang pada 7 Desember 1998 ini didirikan.
Kunci Sukses Pak Ciputra
Di awal perkembangannya, Grup Jaya masih sebuah perusahaan kecil dengan aset yang belum seberapa besar. Para eksekutifnya pun masih bergaya hidup sederhana. Bahkan Pak Ci, sebagai seorang profesional, kala itu tidak segan untuk memakai sepasang kaos kaki yang bolong saat meninjau rumah-rumah real estate yang dibangun Grup Jaya. Namun, berkat keteguhan dalam memegang prinsip entrepreneurship semua profesional muda itu tetap bekerja dengan kemapanan finansial yang belum stabil dan gaya hidup yang relatif sederhana.
Senin, 11 Juni 2012
Sosok Kaya Sandiaga Uno
Minggu, 10 Juni 2012
Testimoni Peserta Seminar GrowYourSelf
Berikut ini adalah testimoni dari Peserta Balikpapan:
Salam Dahsyat!
Bayu Prasetyo
Pengusaha, Motivator Indonesia, Konsultan Bisnis
Follow: @MotivaBisnis
Jangan Menyerah Pada Kegagalan
Mahasiswa yang hadir di acara itu sebagian menginginkan saya berbagi pengalaman. Terutama bagaimana kiat sukses menjadi pengusaha. Maka langsung saja, saya mengawali kuliah dengan menceritakan pengalaman saya. Saya ceritakan bagaimana saya belajar membangun usaha dan menghadapi kegagalan-kegagalan dalam perjalanannya.




.gif)