Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label mentoring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mentoring. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2020

Perhatikan Tetanggamu di Masa Paceklik Corona

Perhatikan Tetanggamu di Masa Paceklik Corona

Pertanyaan:

Beberapa waktu yang lalu ada himbauan dari Gubernur Jateng, untuk menghadapi (salah satu dampak Corona) dengan memperhatikan tetangga. Beliau hafizhahulloh mengatakan: “… Menghadapi Corona ini, saya mengajak seluruh warga untuk memastikan tidak ada satupun tetangganya yang kelaparan…”

Bagi seorang salafi bagaimana sikap ketika mendengar anjuran atau perintah waliyyul Amr ?

Jawaban:

Kita diperintahkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah untuk mentaati waliyyul Amr dalam perkara yang ma’ruf.

Himbauan Gubernur di atas termasuk himbauan yang harus kita perhatikan, apalagi seorang salafi, yang menisbatkan dirinya sebagai pengikut salaf (shahabat, tabiin dan tabiut tabiin).

Terlebih himbauan ini selaras dengan nusus Al Qur’an dan sabda Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam yang demikian tegas untuk kita memastikan tidak ada tetangga kita yang kelaparan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam bersabda :

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ

“Bukan seorang yang beriman, seorang yang kenyang sementara tetangganya lapar di sisinya.”

Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahulloh berkata: “Dalam hadits ini ada dalil yang jelas mengenai haramnya orang kaya membiarkan tetangga-tetangganya dalam keadaan lapar. Oleh karena itu wajib atasnya menyuguhkan kepada mereka sesuatu yang bisa menghilangkan lapar. Demikian pula memberi pakaian jika mereka telanjang dan yang semisalnya dari kebutuhan-kebutuhan yang bersifat dharuri (pokok).

Dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwa disana ada kewajiban lain pada harta selain zakat.

Maka janganlah orang-orang kaya menyangka (bahwa dia) telah terbebas dari kewajiban hanya dengan mengeluarkan zakat setiap tahunnya, namun masih ada kewajiban-kewajiban lain atas mereka dalam situasi dan kondisi tertentu yang wajib mereka tunaikan (seperti masa masa paceklik, dan dia dapatkan tetangganya kelaparan -pent). Jika tidak, mereka akan masuk dalam ancaman Allah :

وَالَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙفَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ اَلِيْمٍۙ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.

يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ

Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu’.” (At-Taubah: 34-35)

Penjelasan kesahihan hadits dan beberapa faedah di atas bisa dilihat pada buku Syaikh Al Albani Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1/280-281.

Ayat ayat Al Quran dan hadits yang menjelaskan betapa besar hak tetangga juga sangat banyak, kita memohon kepada Alloh dengan Nama namanya yang maha indah (Asmaul Husna) semoga Kita dimudahkan untuk selalu menunaikan ketaqwaan kepada-Nya dimana pun kita berada dan kapan pun. Aamiin. 

Source:

Sabtu, 01 Februari 2020

Kebingungan Seseorang : Coaching, Mentoring, Consulting, Training, Speaking

KEBINGUNGAN SESEORANG BAG. 1

Seseorang pernah mengajukan pertanyaan kepada saya “Pak Bayu apa sih beda antara coaching, mentoring dan training?” (tampaknya dia bingung profesinya sendiri musti disebut apa). Memang istilah di atas berbeda dan saling tercampur aduk satu sama lain. Jika Anda mengalami hal yang sama, ini dia pencerahannya.

Coaching
Coaching adalah proses ketika Anda dibantu oleh seorang coach untuk mencapai sebuah tujuan / goal yang Anda tentukan. Di sini kata kuncinya adalah mencapai goal. Seorang coach juga akan berfungsi sebagai partner akuntabilitas untuk memastikan Anda menjalankan hal – hal yang akan Anda lakukan.

Seorang coach yang murni melaksanakan proses coaching hanya akan bertanya dan menggali saja kepada klien / coachee nya. Dia bahkan sama sekali tidak memberikan saran atau masukan. Semua ide dan pemikiran berasal dari si klien.

Coach hanya membantu klien untuk berpikir, menimbulkan insight dan menstrukturkan pemikiran mereka. Plus setelah itu dia akan memastikan si klien melakukan apa yang telah dia pikirkan dan katakan.

Haha.. masih bingung dan tidak ada gambaran? Saya beri contoh ya… misalnya saja saya memanggil seorang coach untuk meningkatkan omzet bisnis saya, kira-kira ini dia percakapannya. 

"Coach: Pak Bayu kira-kira apa yang Bapak inginkan dalam bisnis Anda?
(ini pertanyaan untuk mengetahui / menentukan tujuan klien)

Saya: Ini Pak Coach.. saya ingin bisnis rombong bakso saya ini sebulannya bisa dapat omzet minimal Rp 150 juta

Coach: Oohh… begitu ya Pak. Mengapa tujuan tersebut penting untuk Bapak?
(pertanyaan untuk memastikan tujuan yang ditetapkan tepat & bermakna)

Saya: Kalau dapat omzet segitu saya tidak perlu kuatir lagi tentang pengeluaran rutin Pak, selain itu juga masih bisa menabung

Coach: Okay.. kalau begitu kira-kira untuk mencapai omzet segitu, hal-hal apa saja yang harus dilakukan?
(pertanyaan untuk menggali strategi untuk mencapai tujuan)

Saya: Hmm… kalau omzet segitu rasanya musti buka cabang 2 lagi deh. Promosi juga musti lebih gencar dan hmm… mungkin perlu ada tambahan menu.

Setelah itu coach akan menanyakan pertanyaan yang lebih detil lagi tentang bagaimana masing-masing strategi itu akan dijalankan, memecahnya dalam langkah-langkah yang bisa dilakukan. Setelah itu penutupan sesi coaching kurang lebih akan seperti ini.

Coach: Okay Pak Bayu.. jadi sudah kita sepakati bahwa selama 2 minggu ini Bapak akan survey lokasi dulu untuk cabang baru dan cek biaya untuk bikin dan sebar brosur di sekitar kompleks. Dua minggu lagi kita ketemu, Pak Bayu silahkan disiapkan hasilnya."

Nah, kurang lebih itulah gambaran proses coaching. Bisa Anda cermati bahwa si coach hanya bertanya dan menggali, dia sama sekali tidak memberi saran dan masukan apa seharusnya goal saya atau bagaimana cara mencapainya. Setelah itu si coach berfungsi sebagai partner akuntabilitas untuk memastikan klien melakukan apa yang dia katakan.

Saya harap contoh singkat tersebut bisa memberikan gambaran tentang seperti apa sebenarnya proses coaching. Dalam coaching yang sesungguhnya tentunya pertanyaannya akan lebih kompleks. Ada juga cara-cara dan teknik bertanya, bagaimana cara membangun rapport dll.

Coaching adalah satu skill khusus juga yang perlu dipelajari (dan juga ada sertifikasinya). Setelah ini mari kita menuju ke aktivitas kedua yaitu mentoring.

Kamis, 23 Januari 2020

Training Motivasi

Training Motivasi saat ini mulai banyak dibutuhkan oleh pegawai dan manajemen.

Kenapa? Sebab motivasi itu sebagaimana iman, kadang naik kadang turun. Naik apabila melaksanakan perbuatan baik sedangkan turun apabila melaksanakan perbuatan buruk, naik apabila kumpul bersama orang baik dan turun apabila kumpul bersama teman yang kurang baik.

Melemah dengan kebodohan dan kuat dengan ilmu
.
.
Info Coaching, Consulting, & Training Bisnis Hubungi kami di:
WA: 0811.2652.062
.
.
#konsultasibisnis #pelatihanbisnis #konsultasiusaha #pelatihanusaha #coachingbisnis #pendampinganbisnis #mentoring


Rabu, 03 Agustus 2016

Kamu Berhak Bahagia

Seorang pria berumur 92 tahun yang memiliki selera tinggi, selalu percaya diri, bangga akan dirinya sendiri, selalu berpakaian rapi setiap harinya, dengan rambutnya putihnya yang selalu tertata rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berusia 70 tahun baru saja meninggal, dan mereka tidak pernah memiliki anak, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobby, dia tersenyum manis saat seorang petugas memberitahukan bahwa kamarnya telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti petunjuk jalan ke elevator, petugas itu menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil.

" Saya menyukainya ! " katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah seekor anjing dari orang tuanya.

" Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan Anda " kata si petugas.

" Hal itu tidak ada hubungannya ", dia menjawab.

*" Kebahagiaan adalah sesuatu yang kita putuskan dari awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak. Tidak tergantung dari bagaimana perabotnya diatur, tetapi dari bagaimana aku mengatur pikiranku sendiri. "*

" Aku sudah memutuskan untuk menyukai kamarku. Keputusan seperti itu jugalah yang kubuat setiap pagi setiap aku bangun dari tidurku. "

" Aku punya sebuah pilihan, aku bisa saja menghabiskan waktuku di tempat tidur hanya untuk menyesali kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhku yang tidak berfungsi, atau aku bisa turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian lain tubuhku yang masih bisa berfungsi. "

" _Setiap hari adalah hadiah_ , meski aku tidak bisa melihat, tapi aku masih bisa memusatkan perhatianku pada hari yang baru, dan pada semua kenangan indah dan membahagiakan yang pernah kualami dan kusimpan. "

" Hanya untuk kali ini dalam hidupku, umur yang sudah tua adalah seperti simpanan di bank, dan aku akan menikmati dari yang telah aku simpan selama ini. "

*"Jadi nasehatku untukmu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita, dan berterima kasihlah pada orang-orang yang telah mengisi bank kenanganmu."*

Ingatlah 5 aturan sederhana untuk menjadi Bahagia :
1. *Bebaskan hatimu dari rasa benci & negative*
2. _Bebaskan pikiranmu dari segala kekhawatiran_
3. *_Hiduplah dengan sederhana_*
4. _Memberi lebih banyak_ ( give more )
5. *Jangan terlalu banyak berharap* ( expect less )

👼🙏😇

IG dan Twitter: @MotivaBisnis
FB: Bayu Prasetyo Triliuner
Telegram: @cashflowlangit
Materi Audio Telegram: @audiocashflowlangit