Rabu, 12 April 2017
Bahagia
Apa kabarnya pagi ini?
Apakah menurutmu Bahagia itu...
- berasal dari Banyaknya Harta yang kita miliki?
- berasal dari pasangan kita yang "Cantik" atau "Ganteng"?
- berasal dari Motor atau Mobil mewah yang anda naiki?
Jawabannya adalah: TIDAK.
Karena Kebahagiaan yang Hakiki bukan berasal dari itu semua, teman-teman.
Kebahagiaan menurut Al Quran adalah:
Minggu, 15 November 2015
Sifat Seorang Wara'
Rabu, 15 April 2015
Cintamu Milik Siapa?
Cinta oh Cinta,
Engkau hadir di dalam kehidupan kami
Engkau mewarnainya
sehingga hidup kami selalu berbunga-bunga
Terima kasih cinta atas kesetiaanmu pada kami.
Wahai sahabatku,
Sesungguhnya siapa yang berhak kita cintai dalam hidup ini?
Monggo di jawab...
Apakah suami kita, istri kita, anak kita atau harta benda kita?
Mari kita perhatikan ayat dalam Al Quran berikut:
Allah SWT berfirman : “Katakanlah : “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, Istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawitiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. “Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah [9] : 24).
Subhanallah
Twitter: @MotivaBisnis
FB: Bayu MotivaBisnis Prasetyo
LinkedIn: Bayu Prasetyo
Web: www.BayuPrasetyo.com
Motivator Indonesia, Trainer, Pembicara Seminar Motivasi
Jumat, 27 Maret 2015
Surga Kok Dicari?
Surga kok dicari?
Surga gag perlu di cari melainkan kita hanya menjalankan apa yang diperintahkan Allah di Al Quran dan Hadist.
Surga itu hadiah dari Allah karena kita telah menjalani semua perintahNya. Dan bahkan surga itu terletak di telapak KAKI Ibu kita. Berbaktilah kepada orang tua dan janganlah melawannya (khususnya pada Ibu). #Subhanallah
Selasa, 10 Desember 2013
Anak
Assalammu'alaikum
menurut sahabat pengunjung setia website BayuPrasetyo.com, apa arti seorang anak bagi anda?
Apakah anak tersebut sebagai penerus keturunan anda?
Jika iya, itulah jawaban sebagian besar pendapat anda. Tapi sadarkah anda bila hanya itu saja yang anda inginkan sebagai penerus keturunan.
Pertanyaannya adalah penerus keturunan seperti apa, yang punya akhlak yang baik ataukah akhlak yang jelek?
Pastinya anda ingin mempunyai keturunan yang berakhlak baik, iya kan?
Jika iya, inilah tahapan yang harus anda lakukan dimulai saat anak masih dalam kandungan sampai anak itu akil baligh:
1. Saat anak masih dalam kandungan: bacakan ayat suci al quran oleh ayah/ibunya. Ibu jangan lepas dari berzikir, ayah dan ibu harus mengajarkan anak dalam kandungan untuk melakukan sholat (baik itu sholat wajib 5 waktu maupun sholat sunnah);
2. ketika anak sekolah TK, ibu dan ayahnya selalu mencontohkan dan mengajarkan sholat. Ayah membacakan 1-2 hadist kepada anaknya dan membacakan juga kisah-kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW.
3. ketika anak usia akil baligh: Rasulullah mengajarkan jika anak tidak sholat maka sudah bisa dipecut dengan rotan (jika sudah tidak menurut sama orang tuanya untuk sholat). Mungkin sebagai orang tua, kita tidak tega tapi ketika Rasul mencontohkannya maka pasti ada kebaikan setelahnya. Pastinya setelah di'hukum' maka sebaiknya orangtua menjelaskan kepada anaknya mengapa dia di kasih hukuman seperti itu.
Sebagai ayah, walaupun dari pagi sampai dengan malam bekerja sebaiknya setelah tiba di rumah ajak anak dan istri berkumpul dan kita membagikan 2 hadist dan kisah sahabat. "Barangsiapa yang di rumahnya selalu mengerjakan amal kebaikan maka Allah memberikan keberkahan pada rumah itu dan bagi penghuninya"
Anak yang soleh yang mendoakan ibu bapaknya maka itulah keberuntungan yang nyata bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat.
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
motivator indonesia, pembicara seminar, trainer NO BRAIN, pembicara motivasi, pengusaha revolutioner
follow: @MotivaBisnis, @SragenBerjamaah, @bantuberjamaah
Kamis, 25 Juli 2013
Sudahkah Kita Bersyukur Setiap Detik?
tapi jika tidak tindakan nyata maka ibarat sayur tanpa garam terasa hambar,
Bersyukurlah atas Rezeki yang telah Allah tentukan kepada kita,
Yuk kita renungkan apakah kita sudah termasuk hambaNya yang penuh Syukur atau belum?
Jantung yang kita miliki saat ini yang masih berdenyut, sudahkah kita syukuri rezeki ini?
Oksigen yang Gratis setiap detik kita hirup, sudahkah kita bersyukur atas rezeki ini?
Mata yang masih bisa melihat, sudahkah kita bersyukur juga?
Ilmu yang bermanfaat bagi sesama, sudahkah syukuri juga?
Dan masih banyak hal lainnya yang luput kita syukuri padahal itu semua Rezeki dari Allah..
Kebanyakan dari kita menganggap yang bernama Rezeki ini hanyalah Materi berupa "Uang" atau "Harta Benda" dsb
padahal Rezeki itu adalah semua yang telah Allah berikan dan yang belum Allah berikan kepada kita.
Kok Rezeki yang Allah belum berikan kepada kita, mengapa harus kita syukuri?
Jawabannya adalah: Bila Allah belum berikan saat ini selama di dunia maka Allah akan menggantikannya saat kita di Yaumil Hisab (Masa Perhitungan) nanti. Maka bersyukurlah kita jika kita masih banyak permintaan atau doa yang belum dipenuhi oleh Allah SWT
Dalam surat Ibrahim ayat 7: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. 14: 7)
SUBHANALLAH!!
Salam Perubahan,
Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Trainer "No Brain", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi
http://www.BayuPrasetyo.com
Follow: @MotivaBisnis
Rabu, 19 Desember 2012
JIHADLAH KAMU DENGAN HARTA, KELUARGA, DAN DIRIMU
Kamis, 13 Desember 2012
Jagalah Saudaramu Sesama Muslim
Saudara-saudara seiman,
Bagaimana kabarnya di Pagi ini?
Semoga Allah SUBHAANAHU WATA'ALA selalu memberikan Keberkahan, Rezeki Yang Barokah yang berlimpah pada semuanya, dijadikan keluarga yg Sakinah Mawadah Warrahmah. Aamiin.



.gif)