Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label Imam Bukhari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imam Bukhari. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Februari 2014

Iman

Dari Abu Hurairah ra, dia berkata "Suatu hari, Nabi Muhammad SAW terlihat  oleh para sahabat. Lalu seseorang mendatangi beliau dan berkata, 'Apakah iman itu?' Beliau bersabda, 'Iman artinya engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, pertemuan denganNya, Rasul-rasulNya, dan engkau beriman kepada kebangkitan'. Orang itu berkata, 'Apakah Islam itu?' Beliau bersabda 'Islam adalah engkau beribadah kepada Allah, tidak menyekutukanNya, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.' Orang itu berkata, 'Apakah Ihsan itu?' Beliau bersabda, 'Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.' Orang itu berkata, 'Kapankah akhir dunia?' Beliau bersabda, 'Yang ditanya tentang hal ini tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Aku akan memberitahumu tanda-tandanya, yaitu jika seorang budak wanita melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang kulitnya tidak terbelang berlomba-lomba meninggikan bangunan, dalam lima perkara yang tidak diketahui kecuali oleh Alllah.' Kemudian, beliau membaca, 'Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari kiamat, (Lukman: 34). Lalu , orang itu pergi. Beliau berkata, 'Panggil orang itu kembali' Tapi, para sahabat tidak melihat apapun. Beliau bersabda, 'Ini Jibril. Dia datang untuk mengajarkan agama kepada manusia.'" (HR Al-Bukhari di dalam kitab Iman).

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Website: http://www.BayuPrasetyo.com
Blog: http://SragenBerjamaah.blogspot.com
Twitter: @MotivaBisnis


Jumat, 11 Januari 2013

Imam Bukhari

Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari


Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju'fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo'a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.
 
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya "Islam in the Sivyet Union" (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.