Subscribe:

Kamis, 28 November 2013

Sedekah itu diberikan pada siapa?

Assalammu'alaikum,
Sedekah itu bagian dari tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.
Sedekah itu diberikan kepada siapa ya?
Sedekah itu dapat diberikan ke:
1. Fakir Miskin,
2. Yatim piatu,
3. Keluarga kita yang tidak satu rumah,
4. Karyawan kita,
5. Pembantu (Assisten Rumah Tangga)

Bila menurut teman-teman masih ada yang ditambahkan monggo ditambahkan.

Bahkan dalam kisah seorang sahabat Nabi pernah memberikannya kepada orang kaya yang pelit dan pelacur dengan harapan orang pelit tadi Allah berikan HidayahNya agar dia (kaya yang pelit) berubah sikapnya dan cara berpikirnya.

Salam perubahan,

Bayu Prasetyo
UbaY
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar Motivasi, Trainer "NO BRAIN"
http://www.BayuPrasetyo.com
follow: @MotivaBisnis


Rabu, 27 November 2013

Sedekah itu 'Mengurangi' atau 'Menambah'?

Assalammu'alaikum sahabatku,
Bagaimana pekerjaanmu hari ini?
Semoga Allah meridhoimu dan memberkahi setiap langkahmu yang diniati untuk menafkahi keluargamu. Aamiin.
Mungkin sudah banyak yang menceritakan mengenai 'Dahsyat'nya sedekah. Nah saya di sini  hanya kembali berbagi (share) mengenai sedekah. Bagi beberapa orang, sedekah itu dianggap akan mengurangi harta yang dimilikinya atau mengurangi penghasilan dia. Betulll? Itu berdasarkan pada beberapa orang yang saya temui. Ada juga yang berpendapat seperti ini, "wong buat kebutuhan bulanan saya tidak cukup buat apa saya sedekah".
Nah saya ingin menggarisbawahi pendapat di atas "buat kebutuhan bulanan saya tidak cukup buat apa saya sedekah". Ini kembali mengenai mindset kita terhadap sedekah, jika kita berpendapat seperti itu maka benar tidak akan cukup. Seharusnya kita merubahnya dengan mengatakan "Dengan Sedekah, maka Allah akan mencukupkan kebutuhan kita selama satu bulan". Yakinkan itu dan Rasakan perbedaannya....!!
Bahkan bagi sebagian orang lagi berpendapat, dengan sedekah Allah akan menambah hartanya. Ada yang sedekah dengan mobilnya maka Allah akan mengganti dengan mobil yang lebih bagus. Salah tidak dengan prinsip tersebut? Tentu tidak. Yang salah bila ketika dia sudah bersedekah mobil, lalu berharap Allah akan mengganti dengan mobil yang lebih baru dan lebih bagus dan ternyata belum diganti oleh Allah menyebabkan dia kecewa. Seharusnya dia jangan kecewa dengan hasilnya, sesungguhnya Allah PASTI menggantinya yang jauh lebih bagus. Bila tidak di dunia ini, maka Allah akan menggantinya ketika di alam barzah. Subhanallah. Allah tidak akan menyalahi atas janjiNya.

Yuk hijrah mulai sekarang.. Berharaplah pada 'Nusrotulloh' atau Pertolongan Allah..

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Trainer 'NO BRAIN', Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Pengusaha REVOLUTIONER.
http://www.BayuPrasetyo.com
Follow: @MotivaBisnis


Selasa, 26 November 2013

Mengapa Setingginya Tanaman Tetap Tunduk

Assalammu'alaikum sahabatku,
Hari ini saya akan mengupas tentang Tanaman yang tinggipun tetap tunduk kepada Allah.
Pernahkah kamu melihat bagian yang keseluruhannya menghadap ke atas? Setingginya tanaman pasti ada bagian dari tanaman tersebut tunduk ke bawah.

Dari situ saja, seharusnya kita sebagai makhluk yang berakal dan sempurna memahami dan memaknai hal tersebut sebagai karya Allah yang luar biasa bahwa setinggi-tingginya jabatan, ekonomi, status sosial kita membuat kita semakin tunduk kepada Allah. Janganlah kita seperti Qorun dan Fir'aun yang karena Harta dan Jabatannya tidak mengakui Allah sebagai Tuhannya bahkan Fir'aun menganggap dirinya sebagai Tuhan (Naudzu billah min Dzalik).

Mari kita renungkan bersama.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
UbaY
Motivator Indonesia, Trainer "NO BRAIN", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Pengusaha REVOLUTIONER.
Follow: @MotivaBisnis
http://www.BayuPrasetyo.com


Bagaimanakah Sholat kita?

Assalammu'alaikum sahabatku,
Bagaimana kabarnya di hari ini?
Semoga sehat selalu dan semoga juga hari-harinya selalu dilindungi oleh Allah SWT. Aamiin.

Sholat adalah tiang agama, betulll?
Pastinya betul.
Apa sesungguhnya maksud atau artinya "Sholat adalah tiang agama"?
Sesungguhnya sholat dikatakan sebagai tiang agama adalah jika sholat yang kita kerjakan selama ini dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Artinya seperti ini sholat di luar sholat, ketika kita ingin curang, korupsi, berbuat riba, dsb kita selalu mengingat ada Allah yang selalu mengawasi kita dan ada malaikat yang mencatat perbuatan baik dan buruk kita selama 24 jam.

Jadi bagaimanakah dengan sholat kita? apakah sholat kita sudah dapat mencegah dari perbuatan demikian itu? Mari kita bersama untuk introspeksi diri. Apakah kita akan hidup selamanya di dunia ini ataukah hidup sesungguhnya adalah ketika maut sudah menjemput kita?

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
UbaY
Motivator Indonesia, Trainer "NO BRAIN", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Pengusaha REVOLUTIONER.
http://www.bayuprasetyo.com
Follow: @MotivaBisnis


Minggu, 24 November 2013

Otak Kiri, Otak Kanan, atau No Brain Action

Ibadah cara otak kiri :
~ Kaya dulu baru sedekah
~ Mapan dulu, baru menikah, baru punya anak.
~ Cukup dulu, baru berbakti kepada orang tua.
~ Dapat nikmat dulu, baru bersyukur, baru khuznuzon
~ Punya kebebasan waktu dulu, baru shalat dhuha, baru shalat tahajjud.
~ Merasa berdosa dulu baru shalat taubat, baru istighfar
~ Selesai shalat dulu, baru dzikir
~ Dzikir dengan hitung2an khusus.

Sepintas ini nampak masuk akal.
Padahal otak kanan dan agama malah mengajarkan kebalikannya :
~ Sedekah dulu, baru rejekinya bisa berlimpah
~ Menikah dulu, baru rejekinya bisa berlebih
~ Bersyukur, khusnudzon, istighfar dan dzikir itu mesti diamalkan kapanpun, dimanapun, dan tidak harus ada sebab2 khusus, juga tidak harus ada hitungan2 khusus ( boleh sih boleh tapi tidak harus)
~ Tidak percaya..? coba aja sendiri.. ^__^

~ Memang, otak kiri dan otak kanan senantiasa bekerja beriringan dan saling mendukung. Apalagi terkait ibadah, otak kiri sangat berperan untuk keteraturan dan penghafalan. Apa yg disesalkan disini adalah pola pikir kiri yg berlebihan terutama soal rasionalistis.

Iyyaa kana'budu wa iyyaa kanasta'in..

Jangan iyyaa kanasta'in baru iyyaa kana'budu

Nah lebih enak lagi dgn No Brain Action, gag usah banyak mikir, namun perbanyak amalan (action/move on/bergerak/hijrah), gag banyak mikir, namun banyak berbuat dgn prepare yg baik sesuai ajaran manusia mulia Nabi Muhammad SAW.

Tinggal bergerak saja, gag usah mikir tinggal copy paste aturannya dari Al Quran & Hadist. Jadilah manusia yg mardhotillah, gag itung itungan namun hanya berharap RIDHO ALLAH dan NUSROTULLOH.

Semoga bermanfaat.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo (Ubay)
Motivator Indonesia, Trainer "NO BRAIN", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi
Pin:228CA42D


Kamis, 21 November 2013

Persaudaraan seperti apakah yang kita miliki?

Assalammu'alaikum sahabatku,
Sungguh indah dan bahagianya seorang yang mengaku dirinya adalah moslem (Islam).
Sesungguhnya sesama moslem adalah bersaudara. Benar?

Jika sahabatku menjawab 'Benar', maka pertanyaan berikutnya adalah Persaudaraan seperti apakah yang dicontohkan oleh Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM, Beliau bersabda:
"Dua orang yang bersaudara itu laksana sepasang tangan. Tangan yang satu mencuci tangan yang lain."

Beliau memilih tamsil atau perumpamaan tersebut, lantaran sepasang tangan itu saling membantu dalam mencapai suatu tujuan tunggal, seperti halnya dengan dua orang bersaudara dalam islam.

Ada 3 tingkatan persaudaraan dalam berbagi milik:
1. Tingkatan paling rendah: ketika engkau mendudukan saudaramu sama seperti hamba sahaya atau budakmu dengan memenuhi kebutuhannya dari kelebihan yang kamu miliki. Dia membutuhkan di kala engkau mempunyai kelebihan dari apa yang engkau perlukan untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri, dan karena itu engkau memberikannya secara spontan tanpa harus menunggu dia meminta lebih dulu. Jika menunggu dia meminta, itu merupakan kekurangan utama dalam kewajiban persaudaraan,
2. Tingkatan Kedua, bila engkau mendudukan saudaramu sama seperti dirimu sendiri. Al-Hasan menuturkan bahwa pernah ada seseorang membelah ikat pinggangnya untuk dirinya dan saudaranya,
3. Tingkatan Ketiga adalah tingkatan tertinggi dari semuanya. Bilamana engkau lebih mengutamakan saudaramu ketimbang dirimu sendiri dan memenuhi kebutuhannya sebelum kebutuhanmu sendiri terpenuhi. Inilah tingkatannya orang-orang Shiddiq.

Semoga pembelajaran ini membuat kita semakin tahu seperti apa persaudaraan dalam Islam itu.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Trainer "No Brain", Pengusaha Revolutioner

Ingin mengundang Pak Bayu Prasetyo sebagai Pembicara Motivasi, silahkan menghubungi: 081586119833 (Pak Sigit) atau 0818513175 (Bu Via)
Motivator Indonesia, Trainer "No Brain", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi

Selasa, 19 November 2013

Program Baksos @BMTBerjamaah 19 Titik di Indonesia

19-01-2014 » Serentak 19 Kota

#BaksosBMTBerjamaah berupa #BantuMerekaTersenyum "Pengobatan Gratis, Pembagian Sembako, Penyuluhan dan Motivasi Diri" untuk Dhuafa dan Yatim

Partisipasi bisa berupa : Tenaga, Obat2an, Herbal, Sembako, Pakaian Layak Pakai dan Dana Rek Donasi 1013524765 BRI Syari'ah an Agus Edi Susanto

Konfirmasi Transfer ke : @abaihaki PIN:2A84728E SMS/WA 085310227651

Untuk Wilayah Sragen dan Jawa Tengah, silahkan menghubungi nomor: 081586119833. Adapun Donasi dapat langsung ditransfer ke BCA: 547-502-9434 a/n: A Bayu Prasetyo

dan setelah transfer kirimkan sms dgn Format: (Donasi Baksos) (JumlahTransfer) (Nama) ke Nomor: 081586119833

Bagi Komunitas, Perusahaan yang akan berpartisipasi atau bergabung silahkan cek :
www.bmtberjamaah.com/proposal/

Atau mention twitter @BMTBerjamaah




@MotivaBisnis PIN:228CA42D SMS : 081586119833



AdaApa19Januari2014?


Motivator Indonesia, Trainer "No Brain", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi

Rabu, 13 November 2013

Brantas Kereta Apiku

Sahabatku setanah-air,
Sore ini saya menaiki kereta api Brantas dari Sragen menuju Cirebon.
Brantas adalah kereta api ekonomi AC dengan jurusan terakhir adalah Jakarta Senen.
Subhanallah, inilah untuk pertama kalinya saya menaiki kereta api ekonomi AC. Tiket keretanya, saya membelinya hanya dengan harga 50 Ribuan saja.
Saya naik di gerbong 4, duduk di nomor bangku 21E. Yang luar biasanya lagi, di dekatku duduk ada 3 orang lagi, 1 orang di sampingku dan 2 orang di hadapanku.
Satu pemandangan yang tidak saya temukan di kereta eksekutif yang biasanya saya naiki yaitu banyak sekali seliweran (lalu lalang) orang berjualan di dalam kereta. Macam-macam jualannya, mulai dari buku sampai dengan makanan bungkus (padahal kereta nya juga ada restoran yang siap juga makanannya).
Bedanya adalah kalo beli di kereta naik kita beli dengan harga sekitar 15 ribuan, nah kalo di pedagang tadi sekitar 7 ribuan. Jauh sekali bedanya kan?

Demikian laporan saya dari dalam kereta ekonomi AC Brantas.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar, No Brain Trainer, Pembicara Motivasi.
Motivator Indonesia, Trainer "No Brain", Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi