Subscribe:

Selasa, 13 Mei 2014

Ibadahnya Seorang Wanita

Renungan bagi kita semua

Berapa banyak wanita di negara kita ini yang ketika keluar rumah selalu berhias agar terlihat cantik? Arti cantik sesungguhnya adalah bukan ketika kamu berhias sedemikian rupa melainkan walaupun tidak berhias pun sudah terliat cantik alami.

Ketika kamu berhias agar terlihat cantik oleh orang lain maka kamu dianggap telah merendahkan dirimu sendiri. Berhiaslah hanya untuk dilihat oleh suamimu saja bukan untuk orang lain.

Ibadah sesungguhnya seorang wanita adalah ketika dirinya siap melayani suaminya setiap saat, baik itu soal seks, membuat minuman hangat bagi suaminya, menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya, dan sebagainya serta semua yang dia lakukan Lillahi Ta'ala maka bisa diganjarannya di sisi Allah adalah Luar Biasa.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
@MotivaBisnis

Beliau adalah Motivator Indonesia yang menyuguhkan materi motivasi luar biasa hebat. Hubungi manajemen beliau: 081586119833 (Sigit) atau 0818513175 (Ibu Via)


Sedekah Nasi Bungkus

Kegiatan pembagian Nasi Bungkus seperti ini sudah sering dilakukan oleh pendiri sekaligus owner dari Sragen Berjamaah yaitu Bapak Bayu Prasetyo ketika beliau berdomisili di Tangerang dan Cirebon.

Tapi untuk kali ini, pak Bayu Prasetyo mengajak rekan-rekannya yang ada di contact list bbmnya maupun follower nya di twitter untuk ikut gerakan sosial beliau di Sragen Berjamaah.

Jumat minggu kemarin (9/5) kami menyalurkan sedekah sebanyak 60 nasi bungkus yang disalurkan kepada tukang becak, tukang parkir, kuli panggul, petugas kebersihan, tukang sampah, dsb.


Minggu, 04 Mei 2014

1O RIBU RUPIAH

KISAH INSPIRASI: 1ORIBU RUPIAH MEMBUAT ANDA MENGERTI CARA BERSYUKUR

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!" Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!" Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya: "Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar, Pembicara Motivasi, Trainer No Brain, Pengusaha

Ingin mengundang sebagai Pembicara Seminar atau Pembicara Motivasi di Perusahaan anda, hubungi : Pak Sigit (081586119833) atau Ibu Via (0818513175)


Selasa, 29 April 2014

Rebutan Kursi DPR/DPRD/DPD?

Materi kali ini saya ingin berbagi mengenai Rebutan Kursi di DPR/DPRD/DPD di negara tercinta Indonesia.

Mungkin agak terlambat menyampaikannya karena Pemilu legislatif telah usai tapi saya merasa perlu menyampaikannya sebagai rasa tanggung jawab sebagai warga negara ini.

Pada pemilu kemarin, banyak fenomena di seluruh daerah dimana sang caleg berambisi untuk memperoleh suara warganya dengan berbagai cara. Ada yang berbagi uang mulai dari 50 ribu hingga 200 ribu per orang. Bayangkan bila warganya hingga 100 orang (200 ribu x 100= 20 juta). Itu baru 100 orang, bagaimana bila lebih?.

Di beberapa daerah yang saya ketahui, untuk menjadi kepala desa saja seseorang berani mengeluarkan uang dari koceknya hingga 500 juta bahkan mungkin lebih. Lalu bagaimana jika dia ingin menjadi caleg?

Rakyat sekarang jauh lebih pintar ketika ada orang membagikan uang maka dia akan terima saja tapi untuk mencoblosnya (nanti dulu). Olehsebab itu banyak caleg yang stress dikarenakan ulahnya yang ambisinya menjadi anggota dewan yang terhormat.

Menurut saya, bukankah lebih baik uang untuk caleg tadi justru digunakan untuk membangun desanya. Dengan cara; ajak warga untuk diberikan motivasi hidup atau merubah mindsetnya agar tidak melulu bergantung pada orang lain, bangun mindset berwirausaha, dsb. Itu jauh lebih baik dan bermanfaat bagi sesama serta efek positifnya bisa jangka panjang.

Bila ingin me- Caleg saja seseorang bisa mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah, apakah tidak mungkin dia akan korupsi untuk mengembalikan dana yang telah dia keluarkan?? Yuk sama2 kita berpikir bagaimana membangun negeri ini secara gotong royong.

Demikian ulasan saya kali ini mengenai kursi legislatif.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Seminar, Trainer "NO BRAIN"

Hubungi: Pak Sigit (081586119833) atau Bu Via (0818513175) untuk mengundang Pak Bayu Prasetyo untuk seminar atau inhouse training


Prinsip Universal Perusahan Jasa Di Dunia

Oleh Muhammad Syarifullah

Seorang presiden, CEO, bahkan ibu seorang anak usia 8 tahun semuanya berada dalam posisi kepemimpinan. Posisi-posisi itu sama-sama memiliki prinsip umum tertentu, dimana yang paling penting diantaranya adalah kenyataan bahwa kepemimpinan yang baik datangnya melalui pelayanan yang baik. Semuaperusahaan jasa besar di dunia ini juga memiliki satu kesamaan, mereka mendorong semua anggota mereka untuk menjadi pemimpin. Hubungan antara kepemimpinan yang baik dan pelayanan yang baik tak dapat disangkal.

Namun tampaknya pelayanan baik seputar dunia jasa telah mengalami kemerosotan yang memprihatinkan. Banyak orang telah mengabaikan kebenaran sederhana bahwa baik secara ekonomis, dan ditingkat yang lebih tinggi dan pribadi.

Menurut studi yang diselenggarakan oleh The Forum Corporation, 70% dari pelanggan yang berpindah ke perusahaan lain melakukan hal itu karena buruknya pelayanan yang diberikan oleh perusahaan terdahulu. Bahkan yang lebih mengusik lagiadalah kenyataan bahwa dari mereka yang kabur itu, 96% berbuat demikian tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada perusahaan yang mereka tinggalkan.

Angka-angka ini merupakan suatu kehilangan bisnis potensial yang bukan main besarnya yang tak semestinya terjadi. Jika sebuah perusahaan memiliki pelayanan yang memadai apalagi luar biasa, klien mereka tidak akan pergi kemana-mana untuk mencari pelayanan yang lebih baik.

Terdapat prinsip yang mengatakan bahwa mempertahankan seorang klien jauh lebih murah dibandingkan mengeluarkan biaya marketing guna mendapatkan klien baru.

Beberapa prinsip pelayanan perusahaan-perusahaan besar yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

1. Pelayanan Lateral

Pelayanan lateral sering dikenal sebagai “esprit de corps” atau team work. Pelayanan lateral berkisar mulai dari membantu rekan kerja yang kerepotan menangani pekerjaannya sampai kepada mengerjakan pekerjaan rekan lain untuk memastikan bahwa pekerjaan itu selesai dengan baik. Kalau menurut Dick Holtzman Sr, mantan Presiden Rockresorts, pelayanan lateral adalah seni membuat kesalahan orang lain tampak baik. Jadi tidak ada lagi karyawan yang mengatakan “maaf itu bukan bagian saya.”

2. Pemberdayaan

Beberapa perusahaan menyadari bahwa orang-orang yang paling penting di dalam perusahaan adalah orang-orang yang paling sering mengadakan kontak dengan klien. Sehingga paling penting untuk terus melatih para karyawan ini untuk memiliki kemampuan, kekuatan, kekuasaan untuk mengambil keputusan yang menguntungkan perusahaan melalui pelayanan yang terbaik. Perlu dicatat bahwaklien paling suka berinteraksi dengan perusahaan yang seluruh karyawannya adalah pemimpin dan pengambil keputusan, tak peduli apa pun jabatan mereka. Seorang Jan Carlton, Chief of Scandinavian Airlines Sytems (SAS) bahkan bisa jadi menjadi bagian dari struktur terbawah dari struktur kepanitiaan yang dibentuk untuk suatu kegiatan klien.

3. Pemimpin Kasat Mata

“Di dalam perusahaan-perusahaan terbaik, para karyawan melihat pemimpin mereka setiap hari.” –Dick Holtz. Bob Waterman dalam bukunya menulis suatu falsafah MBWA-Management By Wandering (Manajemen dengan Berkeliling). Jika para pemimpin perusahaan saja sulit ditemui oleh karyawannya, apakah dia lebih peduli terhadap kliennya?

4. Pernyataan Komitmen Kepada Klien

“Kami adalah tuan-tuan dan nyonya-nyonyayang melayani tuan-tuan dan nyonya-nyonya.” Ritz Carlton. Sering kali yang tertanam dalam benak seorang marketing atau perusahaan adalah merasa beruntung mendapatkan sebuah perusahaan besar. Namun perasaan yang lebih besar yang seharusnya tertanam di dalam batin adalah “Anda dan perusahaan Anda beruntung mendapatkan kami sebagai pemberi jasa.”

5. Mempekerjakan Sikap, kemudian Melatih

“Anda adalah sebaik orang-orang yang Anda pekerjakan.” Seberapa banyak perusahaan yang memberikan pelayanan yang sama dengan perusahaan Anda? Yang membedakan adalah orang-orang yang Anda pekerjakan untuk perusahaan Anda.”

6. Mendorong Partisipasi atau Rasa Kekeluargaan

Bruce Mc Donald, Eksekutif Komunikasi General Motors berkata, “Keterlibatan paraindividu sebagai bagian dari tim adalah sebuah langkah definitive yang harus diambil perusahaan dimasayang akan datang. Organisasi baru akan menang kalau setiap orang bekerja sebagai tim, begitu juga manajer. Kalau itu terjadi, baru hebat namanya.”

7. Rasa Urgensi

“Anda takkan bisa membangun reputasi dari apa yang akan anda lakukan.” Henry Ford. Satu hal sederhana yang bisa dibayangkan adalah bagaimana anda atau klien anda akan sangat berterima kasih dan berhutang budinya kepada seseorang yang memudahkan hidup mereka atau menyelamatkan mereka dari suatu kehancuran.

8. Kepedulian Sejati Terhadap Klien

“Hanya ada satu bos, yakni klien. Diabisamemecat siapa saja dengan membelanjakan uangnya di tempat lain.” Sam Walton. Pemulaan kerjasama dengan klien bisa dimulai dengan menanyakan hal yang paling menjadi perhatiannya untuk diberikan dengan cara yang paling benar dan baik.

9. Penghargaan  Tinggi Kepada Para Karyawan

“Kalau anda tidak menghargai upaya-upaya mereka, yang anda dapatkan hanya akhir dari kinerja yang buruk.” Ken Blanchard menguraikan dalam bukunya “The One Minute Manager” untuk menyampaikan konsep “memergoki karyawan melakukan sesuatu yang baik”. Jika hal ini anda lakukan apakah karyawan cenderung melakukan yang buruk? Mental inilah yang harusdipupuk oleh seorang pemimpin, dimana kecenderungan memiliki mental “memergoki karyawan melakukan suatu kesalahan” hanya menghasilkan dua kemungkinan besar, ketakutan dan ketakutan. Seberapa sering anda memberikan penghargaan kepada karyawan anda?

10. Tinggi Fleksibilitasnya

“Segala-galanya dalam kehidupan industri jasa adalah improvisasi.” Pedoman harusnya memiliki ruang untuk bergerak sesuai kebutuhan klien. Karena pedoman tertinggi yang harus dipatuhi adalah kepuasan pelanggan dan kemajuan perusahaan.

11. Komunikasi di SemuaTingkat

Perusahaan-perusahaan terbaik mengutamakan komunikasi efektif di semua jenjang, dengan sesama karyawan, dengan klien, dan atasan. Apakah anda termasuk yang membiarkan masalah terus berkembang? Komunikasikan segera semua keluhan dan berikan solusi terbaik.

12. Menjadi Makmur dengan Melaksanakan Evaluasi

“Masalahnya dengan sebagian besar dari kita adalah bahwa kita lebih suka dirusak oleh pujian ketimbang diselamatkan oleh kritikan.” Norman Vincent Peale. Evaluasi yang diberikan oleh karyawan, klien, atau atasan seharusnya sebelum pelayanan berakhir, sehingga kita mempunyai banyak waktu untuk memperbaiki sebelum semuanya berahir dengan ketidakpuasan. Anda setuju?

Sumber Artikel: http://www.fortunepr.com/headline-unit/1718-prinsip-universal-perusahan-jasa-di-dunia.html


Minggu, 27 April 2014

Siapa Sahabat Baik kita?

Renungan Pagi:

Sayyidina Umar bin Khaththab R.A berkata;
√ Tak ada kenikmatan setelah kenikmatan Islam yg lebih besar dari pada berteman dgn org shalih, jika kau mendapatkan maka jagalah pertemananmu dgn nya..

Asy-Syafi'i berkata:
√ Jika kau mempunyai teman yg setia padamu, membantu-mu dlm ketaatan maka jgn pernah kau putuskan dia!
√ Menjadi teman yg baik itu susah dan memutuskan nya gampang sekali..

Imam Hasan al-Bashri berkata:
√ Kami lebih mencintai teman yg shalih dari pada keluarga dan anak, krn keluarga dan anak lebih sering mengingatkan kita pada dunia, tapi teman yg baik akan selalu mengingatkan kita pada akhirat, dan ciri mereka adalah siap berkorban utk kita..

Lukman alhakim menasihati anaknya:

√ Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
√ Perumpamaan teman yg baik seperti "pohon" jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungi-mu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan..
√ Jika ia tak bermanfaat utk mu ia juga tak akan membahayakan-mu..

"Ya Allah bimbing kami utk selalu mendapat teman yg baik hingga selalu bersama di dunia dan akhirat di bawah panji Rasulullah Saw.."

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Motivator Indonesia, Pembicara Motivasi, Trainer "NO BRAIN", HypnoTherapyst

Ingin mengundang Seminar atau InhouseTraining silahkan menghubungi: Pak Sigit 081586119833 atau Ibu Via 0818513175


Sabtu, 26 April 2014

Kaya Karena Merek

Kaya Karena Merek

Oleh : HandiIrawan D CEO-FrontierConsulting Group @HandiirawanD

Berapa jumlah perusahaan yang pernah melakukan pengukuran nilai merek yang dimilikinya? Atau, pernahkah Anda sendiri menghitung nilai merek yang Anda kelola? Saya yakin, tidak banyak perusahaan atau para pelaku bisnis yang pernah melakukannya. Perusahaan baru mulai menghitung nilai mereknya saat ingin menjual perusahaan, membeli perusahaan, atau melakukan merger dengan perusahaan lain.

Karena ada uang yang akan dibayar bila membeli atau mendapatkan uang bila menjual, pemilik perusahaan kemudian baru mulai menghitung dengan cermat berapakah nilai sebuah merek dan nilai ini biasa dimasukkan dalam good will. Ini sudah menggambarkan bahwa kesadaran akan pentingnya merek baru timbul secara kuat saat perusahaan melakukan penilaian terhadap aset-asetnya.

Bila demikian, seharusnya CEO, CMO, dan CFO berpikir bahwa perusahaan atau merek ini suatu saat akan dijual. Inilah cara yang efektif agar shareholder, BOD, dan seluruh jajaran tim pemasaran memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya sebuah merek. Kalau sebuah merek kemudian memiliki nilai ratusan miliar atau triliun, saya yakin, seluruh tim perusahaan yang bertanggung jawab terhadap kekuatan sebuah merek akan lebih mudah mencerna visi, misi, dan strategi pengembangan merek. Bagian R&D akan menciptakan produk yang semakin inovatif. Bagian produksi akan menciptakan produk yang berkualitas dan marketer akan mengomunikasikan mereknya menjadi merek yang top (top brand).

Bila merek demikian berharga, bagaimanakah kita menghitung nilai sebuah merek? Jawabannya ternyata tidak sederhana. Inilah alasan utama banyak perusahaan tidak menghitung nilai merek. Mereka tidak memahami cara menghitung nilai merek. Sebelum saya membahas bagaimana kita menghitung nilai sebuah merek, kita lihat lebih dahulu kedudukan merekdan intangible asset yang lain dari sebuah perusahaan.

Merek Sebagai Intangible Asset

Pada akhir tahun 2012, bursa saham Jakarta ditutup dengan indeks yang menunjukkan bahwa rasio P/BV sebesar 2.66. Artinya, kapitalisasi pasar di bursa Indonesia adalah sebesar total nilai buku perusahaan dan nilai intangible asset-nya 1.66 kali. Dengan demikian, rata-rata harga saham (P) adalah 2.66 kali dari rata-rata harga saham menurut nilai buku. Intangible asset ini lebih besar dibanding dengan tangible asset. Bahkan di tahun 2010, saat investor sangat percaya dengan kondisi ekonomi di Indonesia, nilai P/BV mencapai 4.03.

Intangible asset terutama bila dilihat dari perspektif marketing, biasanya bersumber pada empat hal. Pertama adalah merek atau yang biasa disebut dengan brand equity. Yang kedua adalah pelanggan dan biasa dikenal dengan nama customer equity. Sumber ketiga dari intangible asset adalah rights atau hak eksklusif. Misal, perusahaan ditunjuk menjadi distributor utama atau perusahaan mendapatkan perlakuan khusus sehingga pasarnya terlindungi. Sumber keempat dari intangible asset adalah patent atau intangible asset yang berhubungan dengan keunggulan teknologi.

Dari keempat intangible asset ini, manakah yang memberikan nilai terbesar? Tentunya sangat tergantung dari jenis industri dan juga perusahaannya. Untuk industri consumer goods, sumber intangible asset yang terbesar biasanya dari merek. Ini bisa memberikan kontribusi lebih dari 50% dari total intangible asset-nya. Perusahaan seperti Unilever, Wings, Mayora, dan Indofood sangat menggantungkan kekuatan merek untuk membangun nilai perusahaan. Bagi perusahaan ini, mengubah nama merek akan menghilangkan kemampuan perusahaan untuk menjual.

Industri seperti perbankan dan otomotif memiliki nilai intangible asset yang berasal dari brand equity dan customer equity yang cukup berimbang. Perusahaan pembiayaan dan asuransi lebih banyak bertumpu pada customer equity. Bagi perusahaan ini, loyalitas pelanggan adalah hal yang sangat penting. Merek produk atau nama perusahaan bisa saja berganti dan hal ini tetap membuat perusahaan mampu bertahan.

Menghitung Nilai Merek

Secara umum terdapat lima cara menghitung merek yang dianggap paling populer. Cara pertama adalah menggunakan replacement method. Cara ini juga sering disebut dengan cost approach. Ini adalah cara yang kualitatif dan sering kali menggantungkan penilaian dari para expert atau orang-orang yang sangat mengerti industri dan merek.

Secara sederhana, valuasi didasarkan atas penilaian kualitatif. Berapakah jumlah uang yang dibutuhkan untuk membuat merek menjadi seperti merek yang akan dinilai? Berapa bujet promosi dan biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk membuat sebuah merek dari sama sekali tidak terkenal menjadi merek yang akan dinilai? Walau sederhana, kenyataannya inilah cara yang paling sering digunakan oleh para investor yang akan membeli perusahaan atau membeli sebuah merek.

Cara kedua adalah market approach. Inilah metode dimana harga sebuah merek dilihat dari transaksi yang sudah pernah ada sebagai benchmarking. Jadi, bila ada sebuah merek yang sudah berhasildijual atau dibeli, maka kemudian harga inimenjadidasar untuk mengukur harga sebuah merek yang masih masuk dalam industri yang sama. Tapi, problem terbesar di Indonesia adalah jumlah transaksinya yang tidak banyak. Bahkan bila terjadi transaksipun, besarannya tidak diumumkan secara terbuka.

Cara ketiga, keempat, dan kelima termasuk dalam metode valuasi yang disebut dengan income approach karena memang didasarkan pada nilai penjualan atau profitabilitas perusahaan. Metode ketiga dalam valuasi merek disebut dengan price premium method. Metode ini berasumsi bahwa merek yang kuat akan mampu membuat sebuah merek mendapatkan harga premium dibandingkan merek yang tidak terkenal. Menurut hemat saya, inilah cara praktis yang paling mudah dilakukan dan dengan akurasi yang cukup baik. Pada dasarnya, marketer yang mau melihat nilai mereknya dapat melakukan sebuah riset pasar. Pertanyaan utama darisurveiiniadalah selisih harga yang mau dibayar oleh konsumen dibandingkan dengan merek yang tidakterkenal.

Survei bisa dilakukan dengan responden antara 200 hingga 1.000 responden, tergantung heterogenitas dari target pasarnya. Setelah mendapatkan nilai selisih harga, kemudian dikalikan dengan volume unit yang dapat dijual oleh merek tersebut. Bagian tersulit adalah menentukan berapa tahun merek tersebut dapat bertahan. Apabila loyalitas konsumen terhadap merek tersebut tinggi, maka jumlah tahun akan semakin panjang pula.

Sebagai gambaran, bila loyalitas konsumen mencapai 90%, maka jumlah tahun sebagai pengali dari merek tersebut bisa mencapai 10 tahun. Misalnya, didapatkan bahwa merek yang dinilai dapat bertahan sekitar 10 tahun, maka kemudian dibuatkan nilai present value dari seluruh harga x volume per tahun dan dibuat cash flow selama 10 tahun. Nilai present value inilah yang menjadi harga atau valuasi dari merek tersebut.

Cara keempat adalah income split method. Inilah cara yang paling kompleks dan biasanya perlu menggunakan perhitungan berdasarkan data-data keuangan baik dimasa lalu dan dimasa mendatang. Intinya adalah bahwa laba perusahaan setiap tahun sebagian berasal dari kekuatan merek. Jadi, kita perlu menentukan porsi dari laba yang dihasilkan merek tersebut. Atau dengan kata lain, kita perlu menghitung besarnya laba perusahaan bila merek tidak terkenal. Selisih dari laba inilah yang kemudian dianggap menjadi nilai merek tersebut. Nilai selisih ini, seperti metode ketiga, perlu dikalikan dengan jumlah tahun merek tersebut mampu bertahan.

Cara kelima adalah royalty relief method. Ini biasanya diaplikasikan untuk merek-merek yang bisa di-franchise atau lisensi. Hasil dari lisensi inilah yang menjadi valuasi dari merek. Atau bisa juga, perusahaan berasumsi bahwa perusahaan tidak memiliki merek. Berapakah yang mau perusahaan bayar setiap tahunnya bila kemudian perusahaan mengambil lisensi merek tersebut yang sebenarnya milik sendiri? Sekali lagi, seperti cara ketiga dan keempat, maka perlu dikalikan jumlah tahun merek tersebut dapat dilisensikan.

Setelah mengetahui berbagai metode valuasi ini, cobalah untuk menghitung nilai merek Anda. Ini akan menjadi sebuah inspirasi yang besar untuk menggerakkan marketer dan seluruh perusahaan menjadi brand-centric company. Bagi yang memiliki merek Top Brand, tiba-tiba Anda akan sadar, betapa kayanya pundi-pundi keuangan Anda suatu hari akan terisi karena kekuatan merek. Banyak orang kaya karena merek dan bukan karena laba yang mereka hasilkan setiap tahun.

Source: http://www.frontier.co.id/kaya-karena-merek.html