Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label sahabat nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat nabi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2015

Umar bin Khattab

Siapa yang tidak kenal dengan Umar bin Khatab, beliau adalah salah satu sahabat terdekat dengan Nabi Muhammad SAW selain Abu Bakar As-Sidiq, Ustman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib. Umar dikenal sebagai Pembeda antara yang Haq dan Batil.

Ada sebuah kisah mengenai Umar ketika beliau di datangi oleh sahabat lain di rumahnya. Sahabat tersebut bercerita mengenai poleksosbud masyarakat saat itu. Saat sahabat tadi menanyakan keadaan keluarga Umar, Umar mematikan lilin (lampu) yang sebelumnya menyala. Sahabat tadi heran dan bertanya pada Umar, "Wahai Amirul Mukminin, mengapa engkau matikan lampu2 itu?" Lalu Umar menjawab, "Tadi ketika engkau bercerita tentang masyarakat, aku masih menyalakannya tapi ketika engkau menanyakan keadaan keluargaku, aku mematikannya. Karena lampu2 itu dibiayai oleh kaum muslimin (masyarakat) maka aku mematikannya. Aku takut pada Allah saat aku di hisab, aku dikatakan pemimpin yang zholim."

Pelajaran penting bagi kita, seseorang yang dipercaya sebagai Pimpinan.

#Subhanallah


Senin, 24 Desember 2012

Enam Sifat Utama Para Sahabat (1)

Assalammu'alaikum,

Saudara-saudara seiman,
Bagaimana kabarnya di Pagi ini?
Semoga Allah SUBHAANAHU WATA'ALA selalu memberikan Keberkahan, Rezeki Yang Barokah yang berlimpah pada semuanya, dijadikan keluarga yg Sakinah Mawadah Warrahmah. Aamiin.

Hari ini saya akan membahas mengenai Enam Sifat Utama Para Sahabat:

1. Yakin pada Kalimat Thayibah "Laa Illa Ha ilallah Muhammadur Rasulullah",
2. Shalat Khusyu wal Kudhu,
3. Ilmu Ma'a Dzikir,
4. Ikramul Muslimin,
5. Tash-hihun Niyah,
6. Da'wah Wat-Tabligh.

Penjelasannya pada hari ini akan di bahas Poin 1 dan poin 2:

1. Yakin pada Kalimat Thayibah, mengeluarkan keyakinan kpd makhluk dari hati kita dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah ke dalam hati kita

Keuntungannya:
Nabi bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia sedang ia mengetahui (meyakini) bahwa tidak ada yang berhak di sembah kecuali Allah, maka dia pasti masuk surga" (H.R. Muslim dari Utsman r.a ~ Muntakhab Ahadist hal. 27)