Subscribe:

Selasa, 12 Januari 2016

Ingin Anak Kita Sukses?

Sejenak Pagi:

Setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi sukses. 
Mereka akan mendukung baik secara moril maupun materil demi keberhasilan buah hatinya. Namun hal terpenting yang harus dilakukan orangtua adalah mendoakan anak-anaknya.

Banyak hadist menjelaskan bahwa doa orangtua sangat mustajab. 
Bahkan doa ibu mampu menembus langit dan langsung dihijabah oleh Alloh SWT. Begitu dasyatnya doa orangtua ini seharusnya menyertai setiap perjalanan hidup setiap anak.

Namun ada tindakan orangtua yang membuat Alloh menolak doa mereka untuk anak-anaknya. Apapun doanya tidak akan dihijabah jika orangtua melakukan hal ini. Apa tindakan tersebut dan bagaimana bisa Allah menolak denggan keras doa mereka?

Ternyata tindakan orangtua yang dapat membuat Alloh menolak doa mereka untuk anak adalah memberi makan anak-anak dengan uang yang haram atau syubhat. Ketika anak-anak mendapatkan asupan makanan yang haram atau syubhat, salah satu efeknya adalah doa tidak akan terhijabah. Apalagi jika orang tuanya juga memakan makanan dari hasil yang serupa. 

Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Wahai manusia, sesungguhnya Alloh Maha Baik dan hanya menerima yang baik. Sesungguhnya Alloh telah memerintahkan orang-orang mukmin untuk sama seperti yang diperintahkan kepada para nabi. Kemudian beliau membaca firman Alloh yang artinya, 'Wahai para rasul, makanlah makanan yang baik dan kerjakanlah amal shalih. ' Dia juga berfirman yang artinya, 'Hai orang-orang mukmin, makanlah makanan yang baik yang telah Kami anugerahkan kepadamu. ' Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh hingga rambutnya kusut dan kotor, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, 'Ya Rabb, ya Rabb'. Akan tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan ia kenyang dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan." (HR. Muslim)

Ulama menerangkan hadist ini bahwa laki-laki yang dijelaskan diatas sudah memenuhi kriteria terkabulnya doa. Kriteria tersebut adalah Ia seorang musafir, ia lelah, dan ia menengadahkan dua tangan dan sangat berharap kepada Alloh.

Akan tetapi Nabi Muhammad SAW dalam hadist tersebut menjelaskan bahwa doa laki-laki tersebut tetap tertolak karena barang haram. Sebab makanan haram, minuman haram dan pakaian haram adalah penghalang terkabulnya doa.

Rasululloh Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda,"Ketahuilah, bahwa suapan haram jika masuk dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari." (Riwayat At Thabrani).

Rasululloh Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda,"Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali nereka lebih utama untuknya." (Riwayat At Tirmidzi).

Para orangtua, sebaiknya mulai saat ini dan seterusnya kita lebih berhati-hati dalam memberikan buah hati makanan. Selain doa anda untuk mereka tidak dihijabah, masih banyak hal buruk lainnya yang akan menimpa anak karena makan uang haram ini.

Bukankah tidak ada yang lebih menyakitkan dari penolakan doa kepada Allah, padahal Ia maha pemberi dan maha penyayang.  Semoga kita hamba-hamba-Nya yang selalu rindu disayangiNya. 

Robbana Taqobbal Minna.

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Jadi muslim kaafah bisa

Semoga Bermanfaat.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
Http://www.BayuPrasetyo.com
IG dan Twitter: @MotivaBisnis
FB: Bayu MotivaBisnis Prasetyo


Minggu, 03 Januari 2016

6 Wasiat Imam Ghazali

6 Wasiat Imam Ghazali: 1. Apa yang Paling DEKAT dengan diri kita dalam dunia ini? Yang Paling dekat dengan kita adalah KEMATIAN Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." QS Ali Imran (3): 185 2. Apa yang Paling JAUH dengan diri kita dalam dunia ini? Yang Paling Jauh dengan kita adalah MASA LALU Isilah Hari - hari kita dengan Banyak Kebaikan dan Beribadah kepada Allah SWT 3. Apa yang Paling BESAR di dunia ini? Yang Paling BESAR di dunia ini adalah NAFSU Kemarahan, Perzinahan, Pembunuhan, dsb dimulai dari "NAFSU" yang tidak terkendali. Kendalikan NAFSU dengan banyak berzikir kepada Allah 4. Apa yang Paling BERAT di dunia ini? Yang Paling BERAT di dunia ini adalah MEMEGANG AMANAH Dalam surat Al Ahzab: "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh" 5. Apa yang Paling RINGAN di dunia? Yang Paling RINGAN di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Pekerjaan, Kesibukan, Wanita, dsb menyebabkan Banyak Alasan bagi Manusia yang meninggalkan shalat. 6. Apa yang Paling TAJAM? Yang Paling TAJAM adalah LIDAH. Karena Saking Tajamnya, banyak manusia yang masuk Neraka di karenakan tidak bisa Menjaga Lidahnya. Salam Perubahan, Bayu Prasetyo @MotivaBisnis @SragenBerjamaah @AboutSragen Blog Walking: AboutSragen SragenBerjamaah

Rezeki Tak Pernah Tertukar

💰💰💰 REZEKI TAK PERNAH TERTUKAR
 
Hasad, iri, dengki, jadi sebab kita tak pernah puas dengan rezeki.
 
Namun sebenarnya itu semua kembali pada diri kurangnya iman pada takdir.
 
Rezeki adalah bagian dari takdir ilahi sehingga untuk memahaminya harus memahami takdir dengan baik.
 
Yang jelas rezeki kita tak pernah tertukar.
 
Apa yang kita miliki, itulah yang terbaik untuk kita.
 
Rezeki kita tak pernah tertukar.
 
Jika kita mendapatkan kendaraan biasa, tetangga punya lebih baik .... Tetap rezeki kita tak tertukar.
 
Jika kita memiliki rumah sederhana, tetangga memiliki rumah mewah bak istana .... Tetap rezeki kita tak tertukar.
 
Lalu kaitannya dengan meninggalkan yang haram ...
 
Rezeki tak mungkin tertukar, Allah pasti membagi rezeki dengan adil.
 
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
 
"Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya." (QS. Al Isra': 30)
 
Dengan kita meninggalkan yang haram karena Allah, maka akan diganti dengan yang lebih baik. 
 
Harus terus yakin dan percaya ... Moga rezeki kita penuh berkah.

Bagi Sahabat Yg Mau Menitipkan Infaq/Sedekahnya untuk pembangunan Pondok Pesantren Al Mukminun Al Adn, Berikut Rekeningnya:

Mandiri : 134-000-519-2-520

An. Yayasan Al Mukminun Al Adn

Konfirmasi:
Ketik : Sedekah/Infaq_Nominal_Bank Yg Ditransfer
Kirim: 087751242878 (Bayu Prasetyo)

Atau

Anda ingin berpartisipasi program kami "Peduli Orang Miskin dan Anak Yatim Piatu", kirimkan melalui Rekening

BCA: 547-502-9434
BRI Syariah: 101-572-4567
 
An: A. Bayu Prasetyo

Konfirmasi:
Ketik : PeduliAnakYatim_Nominal_Bank Yg Ditransfer
Kirim: 087751242878 (Bayu Prasetyo)

#Semangat Pagi
#Jangan Lupa Sisihkan harta untuk Zakat , Sedekah dan Wakaf


Sabtu, 02 Januari 2016

Malas Beribadah??

(2016/01/02) - Sejenak Pagi:

MALAS BERIBADAH??

Assalammu'alaikum,

Walaupun Alloh memerintahkan kita untuk beribadah, memberitakan bahwa tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada-Nya, namun bukan berarti Alloh membutuhkan ibadah kita. Tidak ada manfaat yang Alloh ambil dari kita dengan ibadah itu dan Alloh pun tidak menginginkannya. Alloh Mahakaya, Mahasempurna dan Mahakuasa. Hal ini sudah dijelaskan dalam Al-Quran:
"Hai manusia, kamulah yang membutuhkan kepada Alloh; dan Alloh Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji." (QS. Fathir: 15)

Semua manfaat ibadah yang kita lakukan itu akan kembali kepada kita. Karena manusia adalah makhluk lemah, miskin dan tak sempurna.

"Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia." (QS. An-Naml: 40)

Begitu pun, jika seluruh manusia kufur kepada Alloh, tidak beribadah kepada-Nya, menelantarkan perintah-perintah-Nya dan melanggar larangan-larangan-Nya, maka hal itu tidak membahayakan Alloh sama sekali. Akan tetapi kemadaratannya akan kembali kepada manusia itu sendiri.

"Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu." (QS. Yunus: 108)

Alloh subhaanahu wa ta'aala pun berfirman dalam hadis qudsi:
Wahai hamba-hamba-Ku, andai orang-orang terdahulu kalian dan paling akhir, manusia dan jin, seluruhnya berhati orang yang paling jahat diantara kalian, hal itu pun tidak akan pernah mengurangi sedikit pun dari kerajaan-Ku." (HR Muslim no. 2577).

Maka masihkah kita perlu mempertahankan sifat malas beribadah? Siapa butuh siapa????

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin

Jadi muslim yg kaffah bisa

Semoga Bermanfaat.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
@MotivaBisnis
@AboutSragen
@SragenBerjamaah

Website dan blog:
Http://www.BayuPrasetyo.com
Http://AboutSragen.WordPress.com
Http://SragenBerjamaah.Blogspot.co.id