Subscribe:

Kamis, 27 Maret 2014

Ikhlaskah kita dalam memberi?

Ikhlaskah kita dalam memberi?

Ikhlas adalah sebuah kata yang mudah untuk diucapkan tapi dalam pelaksanaannya sulit untuk diterapkan atau dijalankan.

Untuk mendapatkan keikhlasan dalam memberi di hati kita, memang untuk pertama kali harus dipaksakan "Lama2 toh tidak berat dan akhirnya ikhlas". Ketika orang masih mengingat2 atas pemberian (sedekah)nya kpd orang lain berarti dia msh dikategorikan belum ikhlas 100%. Ikhlas spt kita buang angin atau 'kentut', kita tidak merasakan / mengingatnya tp orang lain yang akan ingat.

Sedekahkan rezeki terbesar anda kpd kami @SragenBerjamaah dalam program kami: #S2B (Sebar Sego Bungkus) setiap jum'at pagi, #MotivasiGratis, dan #BantuSekolah.

Transfer ke:
BRI Syariah (Kode Bank: 422)
Norek: 101-572-4567
a/n: A Bayu Prasetyo QQ Sragen Berjamaah

Konfirmasi ke: 081586119833 atau add pin: 228ca42d

Besok adalah Jumat Barokah, sedekahkan rezeki terbaik anda.

Laporan kegiatan dpt dilihat di http://SragenBerjamaah.Blogspot.com

Salam Perubahan

Bayu Prasetyo
@MotivaBisnis
http://www.BayuPrasetyo.com


Senin, 24 Maret 2014

Kebutuhan Dunia seakan Tiada Terpenuhi

Sahabat2ku yang dicintai Allah,

Kebutuhan, kebutuhan dan kebutuhan

Berapa banyak di antara kita harus kerja siang hingga malam bahkan sampe larut malam yang katanya sih utk memenuhi kebutuhan dia dan keluarganya.

Bukankah Allah yang mencukupi semua apa yang kita butuhkan? Kerjakanlah apa yang sudah dicontohkan Rasulullah maka Allah akan mencukupkan hidup kita. Subhanallah!

Bukankah yang kita miliki sebenarnya hanyalah baju yang gunakan serta makanan yang masukan ke dalam mulut kita? Sementara tabungan banyak yang kita tabungkan di bank bukanlah milik kita serta baju2 bagus yang kita gantungkan di dalam lemari juga sebenarnya bukan milik kita?

Tabungan di bank, bisa saja bank nya di likuidasi. Baju yang ada di lemari, bisa lusuh bahkan terbakar dan hangus semua. Renungkanlah

Allahu Yaa Kholiq, Allahu Yaa Malik, Allahu Yaa Roziq.

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
No Brain Trainer
www.BayuPrasetyo.com
@MotivaBisnis


Minggu, 23 Maret 2014

Siapakah Kita?

Manusia sesungguhnya dilahirkan dalam kondisi tidak tahu apa2 dan tidak bisa apa2.

Ketika manusia itu semakin dewasa, dia merasa mengerti semuanya dan dia bisa ambil semua yang dia kehendaki bahkan bisa dikatakan sampe merusak yang ada. Astaghfirullah!

Kesombongan lah yang merusak diri seseorang, rasa aku lah yang menjadikan seseorang tidak dapat mengambil hikmah (pelajaran) agar menjadi lebih baik dalam hal meningkatkan keimanan dalam dirinya.

Ketika manusia itu semakin tua, dan akhirnya Allah menjadikan kita tidak tahu apa2 kembali serta menjadikan kita tidak bisa apa2.

Kembalilah kepada Allah yang memberikan pengetahuan kpd kita dan dengan pengetahuan tsb janganlah kita menjadi 'Manusia Perusak', jadilah 'Manusia Penuh Manfaat bagi sesama'. Boleh kita punya segalanya tp janganlah dengan segalanya yg kita punya menjadikan kita lupa siapa diri kita sesungguhnya dan hanya kepada Allah lah kita kembali.

Lakukan Terbaik bukan menurut kita, tapi Lakukan Terbaik menurut Allah dan Rasul. Subhanallah!

Salam Perubahan,

Bayu Prasetyo
No Brain Trainer
www.BayuPrasetyo.com
@MotivaBisnis


Rabu, 19 Maret 2014

Curhat pada Manusia atau Allah

Rasanya sudah lama tidak menyapa sahabatku melalui blog saya ini.

Banyak sekali orang yang ketika mempunyai problem justru malahan curhatnya sama teman atau sahabatnya. Menurut mereka, nyaman dan plong rasanya bila bisa curhat pada orang lain. Kok bisa ya?

Curhat kepada orang belum berarti bisa menyelesaikan masalahmu. Mengapa tidak kamu transform diri dan pikiran mu untuk curhat hanya kepada Allah saja? Itu jauh, jauh lebih baik bila kamu mengetahui. Sekarang kamu sudah tahu kan :), saatnya mempraktekannya.

Allah sangat senang bila hambaNya kembali padaNya.